![]() |
BONEWANUAKKU.COM, BONE — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone terus mematangkan persiapan keberangkatan jamaah haji tahun ini. Melalui kegiatan manasik haji sebagai bagian dari pembinaan dan pelayanan, ribuan calon jamaah dibekali pemahaman menyeluruh sebelum menunaikan rukun Islam kelima.
Kepala Kantor Kemenag Bone, Rafi, menyampaikan bahwa manasik menjadi tahapan penting untuk memastikan jamaah memahami tata cara ibadah haji, mulai dari rukun, wajib, hingga sunnah-sunnah haji.
Tahun ini, jumlah jamaah haji asal Kabupaten Bone tercatat sebanyak 1.856 orang. Selain itu, terdapat penggabungan mahram dan pendamping sebanyak 301 orang, 17 orang cadangan, serta 34 orang mutasi masuk dan keluar antar kabupaten. Secara keseluruhan, total jamaah haji Bone mencapai 2.029 orang.
Para jamaah akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Makassar (UPG), dengan rincian sebagai berikut:
Kloter 3 UPG: 387 orang
Kloter 6 UPG: 387 orang
Kloter 9 UPG: 45 orang
Kloter 17 UPG: 179 orang
Kloter 22 UPG: 387 orang
Kloter 31 UPG: 246 orang
Kloter 33 UPG: 382 orang
Kloter 42 UPG: 10 orang
Dalam pelaksanaan haji tahun ini, Bone juga didukung oleh petugas haji yang siap mendampingi jamaah. Tercatat lima orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter, serta empat orang PPIH Arab Saudi yang berasal dari Bone.
Pelaksanaan manasik tingkat kecamatan digelar di tujuh titik lokasi untuk memudahkan jamaah mengikuti pembinaan. Sementara itu, praktik manasik haji akan dilaksanakan pada 11 Februari di Masjid Al-Markaz sebagai bagian dari simulasi lapangan.
Kakan Kemenag Bone berharap seluruh jamaah dapat mengikuti manasik dengan serius agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan syariat.
“Manasik ini bukan sekadar seremonial, tetapi bekal utama agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan mandiri dan khusyuk di Tanah Suci,” ujarnya.
Dengan persiapan yang semakin matang, ribuan jamaah haji Bone kini kian siap menapaki perjalanan spiritual menuju Baitullah.
