Bertandang ke Kemenkes, Wabup Bone Perjuangkan Kepastian Status Tenaga Honorer Kesehatan



BONEWANUAKKU.COM, JAKARTA — Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, melakukan audiensi dan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memperjuangkan kepastian status tenaga honorer kesehatan di Kabupaten Bone. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Ditjen SDM Kesehatan, Jalan Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Bone didampingi Asisten III Setda Bone H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone H. Mattotorang, SKM., M.Tr.Adm.Kes., M.Si.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Bone diterima langsung oleh Direktur Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Laode Musafin, bersama Ketua Tim Kerja Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara Bidang Kesehatan Dimas Kuncoro Saputro. 

Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Bone menyampaikan kondisi tenaga honorer kesehatan di Kabupaten Bone yang hingga saat ini belum seluruhnya terakomodasi dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menegaskan bahwa banyak tenaga kesehatan yang telah lama mengabdi di berbagai fasilitas layanan kesehatan, namun masih menunggu kepastian status kepegawaian.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serta solusi atas persoalan tersebut agar para tenaga kesehatan honorer dapat memperoleh kepastian status sekaligus peningkatan kesejahteraan.

Selain membahas status tenaga honorer, pertemuan ini juga menjadi ajang konsultasi teknis terkait perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di daerah. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Kementerian Kesehatan, sehingga dapat ditemukan solusi terbaik bagi tenaga honorer kesehatan sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone. (*)