Baznas, DMI, dan IPIM Bone Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Imam Masjid lewat Seminar Internasional Tahsinul Qira’ah

P

BONEWANUAKKU.COM
, BONE —
 Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan terus diperkuat di Kabupaten Bone. 

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bone berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bone dan Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Bone menggelar Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qira’ah dengan Pendekatan Metode Tasbih di Aula Masjid Agung Al Markaz Al-Ma’Arif, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua DMI Kabupaten Bone. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Bone Dr. KM. H. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., Ketua Baznas Bone yang juga Ketua IPIM Bone Drs. H. Zainal Abidin, Kabag Kesra Setda Bone Drs. Nursalam, M.Pd., muzaki aktif Baznas Bone sekaligus pemilik Surya Indah Bone H. Hanafing, serta narasumber seminar Prof. Dr. H. Agus Tasbih.

Ketua panitia, Rusmin Igho, mengatakan seminar ini diikuti imam masjid dari tujuh kecamatan di Kabupaten Bone. Antusiasme peserta bahkan melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 150 orang.

“Alhamdulillah, animo peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat para imam masjid untuk terus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sangat tinggi. Seminar internasional holistik ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Bone,” ujarnya.

Rusmin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan buah kolaborasi Baznas Bone, DMI Bone, dan IPIM Bone yang memiliki komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan keumatan, khususnya meningkatkan kapasitas imam sebagai pemimpin ibadah sekaligus teladan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, pembiayaan seminar berasal dari dana zakat dan infak yang dikelola Baznas Bone, sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas para imam masjid.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, imam memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat.

“Imam adalah pemimpin. Siapa pun jemaahnya, apa pun pangkatnya, pasti mengikuti imam. Karena itu seorang imam harus memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an yang baik,” katanya.

Andi Akmal menegaskan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang datang beribadah dan mencintai masjid. Karena itu, para imam diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mencerahkan umat.

“Pemerintah daerah tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia dan kualitas keagamaan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Bone yang akan terus diperkuat, di antaranya menghadirkan layanan Universal Health Coverage (UHC) Istimewa agar seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa syarat, serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh imam masjid di Kabupaten Bone.

“Kami ingin Bone menjadi daerah yang diberkahi karena masyarakatnya mampu bersyukur. Alhamdulillah, kepemimpinan BerAmal telah menunjukkan berbagai kemajuan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pertumbuhan ekonomi. Semoga pembangunan spiritual masyarakat juga terus meningkat melalui peran para imam masjid,” tutupnya.

Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qira’ah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam melahirkan imam-imam masjid yang memiliki bacaan Al-Qur’an berkualitas, berwawasan luas, serta mampu menjadi pilar pembinaan umat di Kabupaten Bone. (*)