![]() |
BONEWANUAKKU.COM, BONE — Puluhan jurnalis dan pegiat organisasi sosial di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memadati Bunir Cafe, Sabtu (14/2/2026), dalam sebuah dialog bertema “Peran Pers dan Organisasi Sosial dalam Mewujudkan Swasembada Pangan.”
Kegiatan ini digagas oleh boneterkini.com bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bone dan Icraf, sebagai upaya memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan elemen masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, yakni Andi Sugirman, Andi Hendra Setiawan, Andi Hendra Wijaya, Agustapa, serta Kepala Dinas Kominfo Bone, Anwar.
Para pemateri menekankan pentingnya peran pers sebagai penyampai informasi yang edukatif sekaligus pengawas kebijakan publik di sektor pertanian dan pangan.
Prof Dr Andi Sugirman menekankan bagaimana pentingnya peran pers dalam menyampaikan informasi kepada khalayak, begitu pula dalam konteks mewujudkan swasembada pangan.
"semua wartawan adalah Jurnalis, tapi tidak semua Jurnalis adalah Wartawan, Peran Pers dallam mewujudkan swasembada pangan sangat besar, baik dalam memberitakan keberhasilan maupun tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan swasembada pangan, " ungkapnya.
Ia juga menuturkan bagaimana Indonesia seharusnya bisa mengelola dengan baik kekayaan alam yang dimiliki sebagai daerah strategis yang memiliki banyak potensi. Sehingga tidak perlu mengimport barang dari luar.
Sementara itu Kadis Kominfo Bone, Anwar meekankan pers sebagai partner pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah.
Keberhasilan program pembangunan, kata Kadis Anwar sangat dipengaruhi oleh peran media dalam menyebarluaskan informasi secara luas dan tepat.
“Media adalah partner kerja pemerintah. Program pemerintah dapat sampai kepada masyarakat karena peran media yang luar biasa dalam menyampaikan informasi,” sebut Kadis Anwar.
Media dinilai memiliki kekuatan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mendukung produksi dan konsumsi pangan lokal.
Selain itu, organisasi sosial juga didorong untuk aktif melakukan pendampingan kepada petani, membantu sosialisasi program pemerintah, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Dialog ini tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Bone.
Peserta berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai forum konsolidasi ide dan solusi konkret bagi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan. (*)
