Pemkab Bone Sidak Pasar Jelang Ramadhan, Bupati Targetkan 50 Titik Posko Pangan




BONEWANUAKKU.COM, BONE — Pemerintah Kabupaten Bone kembali turun langsung memantau harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Dipimpin langsung oleh Bupati Bone, sidak pasar dilakukan di dua titik, yakni Pasar Palakka dan Pasar Bajoe, Selasa (17/2).

Bupati Bone menegaskan, pemantauan harga ini merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

“Pemantauan harga ini bukan hanya hari ini, tetapi akan terus dilakukan hingga Idul Fitri. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemantauan saat ini difokuskan pada dua titik sebagai langkah awal. Namun ke depan, sidak akan diperluas ke seluruh pasar di Kabupaten Bone, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

Menurutnya, pemantauan di dua titik dalam waktu singkat belum cukup untuk menggambarkan kondisi harga secara menyeluruh. Karena itu, diperlukan penambahan titik pemantauan agar hasilnya lebih maksimal dan akurat.

Tak hanya tim kabupaten, Bupati Bone juga menginstruksikan agar tim di tingkat kecamatan turut bergerak aktif. Ia menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kita punya target jelas. Ada 13 bahan pokok strategis yang harus dipantau secara ketat, termasuk cabai dan kebutuhan pangan mendasar lainnya,” ujarnya.

Selain pengawasan harga, Bupati Bone juga menginstruksikan pembentukan posko pangan di seluruh desa dan kelurahan. Sedikitnya 50 posko pangan ditargetkan berdiri untuk memperkuat pengendalian distribusi dan ketersediaan bahan pokok.

Sebagai contoh, di Kecamatan Mappesangka ditargetkan minimal tiga posko pangan. Posko ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas harga, khususnya untuk komoditas paling krusial, yakni beras.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Pemerintah Kabupaten Bone pun berkomitmen memastikan kebutuhan pangan warga tetap aman dan terkendali. (*)