BONEWANUAKKU.COM, BONE — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1407/Bone resmi berakhir. Selama hampir satu bulan, program tersebut menghadirkan berbagai pembangunan fisik dan kegiatan sosial di Kecamatan Sibulue dan Bontocani.
Penutupan TMMD digelar di Lapangan Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Kamis (13/8/2026), sekitar pukul 09.00 Wita.
Upacara dipimpin Danrem 141/Toddopuli Kolonel Inf. Robinson Tallupadang selaku Inspektur Upacara dan dihadiri Bupati Bone Andi Asman Sulaiman yang tampil mengenakan pakaian loreng Komponen Cadangan (Komcad).
Sejumlah unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut.
TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone sendiri berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan masyarakat mengerjakan sejumlah sasaran pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Rangkaian penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta serta pengembalian Tool Kit (Tolkit) TMMD secara simbolis kepada Inspektur Upacara.
Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus kemudian membacakan laporan hasil pelaksanaan TMMD ke-129, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan hasil kegiatan kepada pemerintah daerah.
Danrem 141/Toddopuli Kolonel Inf. Robinson Tallupadang mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan TMMD merupakan buah dari kolaborasi dan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
“Keberhasilan TMMD ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong seluruh komponen. Apa yang telah dibangun hendaknya dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pesannya.
Jembatan Gantung Jadi Momen Paling Mengharukan
Usai upacara, rombongan Danrem 141/Toddopuli, Dandim 1407/Bone dan Bupati Bone menuju lokasi peresmian jembatan gantung di Desa Patukku.
Puluhan warga telah menunggu sejak pagi. Mereka antusias menyaksikan jembatan yang selama ini dinantikan akhirnya rampung dan siap digunakan.
Jembatan gantung tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-129. Kehadirannya diharapkan mampu membuka akses masyarakat dan memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Peresmian dilakukan melalui pengguntingan pita oleh Danrem 141/Toddopuli bersama Dandim 1407/Bone dan Bupati Bone.
Suasana haru pecah ketika jembatan tersebut secara resmi dibuka. Sejumlah warga, bahkan anak-anak, tampak menangis saat menyaksikan akses penghubung yang selama ini mereka nantikan akhirnya berdiri dan dapat digunakan.
Tangis tersebut menjadi gambaran kebahagiaan sekaligus rasa syukur warga atas hadirnya fasilitas yang diharapkan mampu memberikan perubahan bagi kehidupan mereka.
Tak lama setelah pita digunting, warga dan anak-anak langsung mencoba melintasi jembatan tersebut.
Momen itu menjadi salah satu bagian paling mengesankan dalam penutupan TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone.
Bukan Hanya Jembatan
Selain jembatan gantung, rombongan juga meninjau sejumlah hasil pembangunan lainnya, di antaranya renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, jambanisasi dan peningkatan jalan.
Program TMMD juga tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Kegiatan sosial turut digelar sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
Di antaranya pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis, penyaluran paket sembako serta pasar murah.
Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus berharap seluruh hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat.
“Kami berharap seluruh hasil pembangunan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Berakhirnya TMMD ke-129 menjadi penanda selesainya rangkaian pengabdian Satgas TMMD di dua kecamatan. Namun, hasil pembangunan yang ditinggalkan diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program yang berlangsung selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan. (*)
