Studi Tiru ke Bali dan Melihat Lebih Dekat, BupAAS Siapkan Pengembangan Ayam Petelur Terintegrasi Bernilai Ekonomi di Bone



BONEWANUAKKU.COM, BALI — Pemerintah Kabupaten Bone terus mencari model pengembangan peternakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan studi tiru ke Kabupaten Bangli, Bali, untuk melihat secara langsung pengelolaan budidaya ayam petelur berbasis kelompok.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bersama rombongan mengunjungi kelompok peternak di Desa Kayu Bihi, Kabupaten Bangli. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bone mempelajari sistem peternakan terintegrasi yang dinilai potensial untuk diterapkan di daerahnya.

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung proses pemeliharaan ayam petelur, pengelolaan pakan hingga pemasaran hasil produksi.

Salah satu kelompok yang menjadi lokasi studi tiru adalah Kelompok Metana Sari. Kelompok tersebut merupakan salah satu penerima manfaat program pengembangan peternakan di wilayah Bangli.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara dekat pola pengembangan peternakan ayam petelur yang telah berjalan di Bali.

"Kita hadir di sini untuk melihat secara dekat proses HAT dan akan kita coba terapkan di Bone. Ke depan tentu kita berharap bisa berkolaborasi," kata Andi Asman.

Menurutnya, pengembangan ayam petelur merupakan salah satu langkah awal dalam memperkuat sektor peternakan di Kabupaten Bone. Pemerintah daerah ingin mengembangkan potensi pertanian dan peternakan secara terintegrasi sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

"Beberapa hal akan kita lihat dan tiru, termasuk budidaya ternak ayam petelur. Ini merupakan langkah awal yang kita lakukan," ujarnya.

Andi Asman menyebut Bone memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain komoditas gabah dengan luas lahan sekitar 119.296 hektar, dan jagung sekitar 39.131 hektare, pengembangan sapi serta ayam petelur juga akan menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian dan peternakan yang tentunya bernilai ekonomi cukup tinggi. 

Ia berharap pengalaman dari Bali dapat menjadi referensi bagi Bone dalam membangun model peternakan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan yang sangat baik. Semoga pertemuan dan kerja sama ini terus berlanjut," katanya.

Sementara itu, mantan Bupati Tabanan dua periode yang kini menjadi Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama  turut memberikan pandangan mengenai pengembangan pertanian dan peternakan.

Ia mengaku sejak kecil dekat dengan dunia pertanian karena berasal dari keluarga petani. Menurutnya, pengembangan sektor pertanian harus dilakukan dengan pendekatan yang inovatif dan ramah lingkungan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan bio-mikroba berbahan organik yang dapat dibuat oleh petani untuk membantu mengusir lalat tanpa harus bergantung pada bahan kimia.

Ia menilai hubungan antara Bone dan Bali memiliki sejarah yang cukup panjang sehingga kerja sama kedua daerah dapat terus dikembangkan, khususnya dalam sektor pertanian dan peternakan.

"Bali bisa dijadikan tolok ukur. Yang paling penting bagaimana inovasi ini bisa memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Studi tiru tersebut diharapkan tidak berhenti pada kunjungan semata. Pemkab Bone berencana mempelajari pola yang sesuai dengan kondisi daerah untuk kemudian dikembangkan menjadi program peternakan ayam petelur terintegrasi di Bone. (*)