BONEWANUAKKU.COM, BONE — Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan keseriusannya mengatasi persoalan antrean dan memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
Tak hanya membentuk Satgas Merah Putih, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS) turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pallengoreng, Sabtu (29/8/2026).
Dalam sidak tersebut, BupAAS melihat langsung kondisi antrean kendaraan yang terjadi di SPBU. Ia juga memantau proses pelayanan serta pola antrean untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Kehadiran Bupati di tengah antrean kendaraan mendapat perhatian para pengendara. Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak ingin persoalan distribusi BBM hanya dibahas di ruang rapat, tetapi harus ditangani dengan melihat langsung kondisi di lapangan.
“Saya tidak ingin hanya menerima laporan. Kita harus turun langsung melihat kondisi di lapangan. Kalau ada persoalan, kita cari tahu apa penyebabnya dan kita benahi bersama,” ujar BupAAS.
Menurutnya, pengawasan BBM bersubsidi harus dilakukan secara serius dan berkeadilan. Tidak boleh ada pihak yang memperoleh perlakuan khusus di luar aturan yang telah ditetapkan.
“Jangan memberikan kebijakan di luar aturan. Jangan membeda-bedakan. Kita harus berjalan sesuai regulasi,” tegasnya.
BupAAS menekankan, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang tertib dan adil, bukan justru mempersulit.
Karena itu, ia meminta Satgas Merah Putih bekerja secara konsisten dan melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Pengawasan, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan atau ketika antrean sudah mengular.
“Kita mau jaga masyarakat. Kalau ada yang perlu diperbaiki, segera kita perbaiki. Jangan sampai masyarakat yang justru dirugikan,” katanya.
Diapresiasi Praktisi Sosial
Langkah Bupati Bone turun langsung ke SPBU mendapat apresiasi dari praktisi sosial Rahman Arif.
Menurutnya, tindakan BupAAS menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan distribusi BBM, khususnya antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
“Saya kira sudah sangat luar biasa apa yang dilakukan Bupati Bone. Tidak hanya sekadar rapat, tapi turun langsung mengecek ke lapangan. Insya Allah kita yakin dalam sepekan ke depan, distribusi BBM di Bone kembali normal,” ujarnya.
Sidak di SPBU Pallengoreng sekaligus menjadi pesan tegas bahwa kebijakan pengawasan BBM bersubsidi di Kabupaten Bone tidak berhenti di atas kertas.
BupAAS ingin memastikan pengawasan benar-benar berjalan di lapangan, distribusi sesuai regulasi, dan masyarakat menjadi pihak yang terlindungi dari persoalan penyaluran BBM bersubsidi. (*)
