![]() |
BONEWANUAKKU.COM, BALI — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, memanfaatkan kunjungan kerjanya ke Bali untuk menggali ilmu dan pengalaman dalam pengelolaan peternakan, khususnya pengembangan sapi dan produksi bibit unggul.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Bone untuk mempelajari secara langsung teknik pemeliharaan, pengembangan, reproduksi, hingga penyediaan pakan ternak yang diterapkan di balai peternakan.
Bupati Bone menilai, sektor peternakan memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kabupaten Bone. Selain pertanian, peternakan telah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun.
“Di Bone, sejak lahir kita sudah melihat masyarakat beternak sapi. Ini merupakan potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, potensi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan jumlah populasi ternak. Hal yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas ternak melalui pembibitan, reproduksi yang baik, serta ketersediaan pakan yang memadai.
“Beternak jangan hanya melihat kuantitas, tetapi kualitas. Cara perkembangbiakan yang baik seperti yang kami pelajari di sini tentu bisa ditiru untuk menghasilkan sapi-sapi berkualitas di Bone,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bone juga mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT).
Kepala BPTU-HPT, Putu Ngurah Raka, menjelaskan bahwa pengelolaan peternakan membutuhkan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Pemeliharaan ternak tidak hanya berorientasi pada produksi hewan, tetapi juga mencakup pengembangan bibit dan penyediaan pakan.
BPTU-HPT memiliki kawasan pengelolaan di Bali sekitar 102 hektare dan di Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar 504 hektare. Sebagian lahan dimanfaatkan untuk penggembalaan dan mendukung kebutuhan pengembangan ternak.
Pengelolaan tersebut menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kondisi cuaca dan keterbatasan sumber daya. Karena itu, penyediaan serta pengelolaan pakan menjadi bagian penting agar keberlanjutan pengembangan ternak tetap terjaga.
Selain itu, BPTU-HPT juga memiliki sumber daya manusia yang mendukung kegiatan operasional, dengan jumlah sekitar 99 orang, termasuk sekitar 50 pegawai negeri sipil.
Bagi Andi Asman, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat pengembangan peternakan di Bone.
Ia menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya menjadikan sapi hanya sebagai usaha sampingan. Dengan pengelolaan yang lebih serius, penerapan teknik reproduksi yang tepat, pemilihan bibit unggul, serta dukungan pakan yang cukup, peternakan dapat menjadi sektor ekonomi yang lebih menjanjikan.
“Jangan jadikan ternak sapi hanya sebagai sampingan. Kita ingin peternak Bone mampu menghasilkan ternak yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” tegasnya.
Bupati berharap pengetahuan dan teknik pengelolaan yang diperoleh dari balai peternakan tersebut dapat diterapkan di Bone dengan menyesuaikan kondisi dan karakteristik daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam mengembangkan sektor peternakan.
“Bekerjalah maksimal dengan sepenuh hati sampai akhir hayat,” pesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.
Pemkab Bone pun berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas peternakan, bukan hanya melalui peningkatan populasi, tetapi juga dengan memperkuat kualitas genetik ternak, reproduksi, pakan, dan kapasitas peternak.
Dengan potensi peternakan yang dimiliki Bone, pengembangan sapi berkualitas diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. (*)
