Wabup Bone Dorong Sekolah Berbudaya Lingkungan Lewat Program Adiwiyata dan SIDIA



BONEWANUAKKU.COM, BONE — Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan hidup. Hal itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Program Adiwiyata dan Penggunaan Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, di Hotel Novena, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone tersebut diikuti para pendidik tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Bone sebagai upaya meningkatkan pemahaman sekolah terhadap pelaksanaan Program Adiwiyata sekaligus optimalisasi penggunaan SIDIA dalam pengelolaan, evaluasi, dan pelaporan program sekolah berbudaya lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, S.IP., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa Program Adiwiyata merupakan program strategis yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan sekolah, tetapi juga bertujuan membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.

“Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran sekaligus teladan dalam penerapan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa Program Adiwiyata memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda yang sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

“Melalui Program Adiwiyata, kita tidak hanya membangun lingkungan sekolah yang asri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada peserta didik sebagai investasi masa depan daerah dan bangsa,” kata Andi Akmal.

Menurutnya, tantangan lingkungan yang semakin kompleks saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda.

“Tantangan lingkungan yang kita hadapi saat ini membutuhkan kesadaran dan partisipasi semua pihak, termasuk dunia pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku dan budaya peduli lingkungan. Karena itu, Program Adiwiyata harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) untuk mendukung proses administrasi, pemantauan, hingga pelaporan program secara lebih efektif, terintegrasi, dan akuntabel.

Wakil Bupati berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu mendorong semakin banyak sekolah di Kabupaten Bone meraih predikat Adiwiyata, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

“Saya berharap semakin banyak sekolah di Bone yang mampu meraih predikat Adiwiyata. Namun yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai pelestarian lingkungan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Oktofin Pali, S.T., M.Pd., para kepala sekolah dan guru peserta sosialisasi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan melalui sektor pendidikan. Diharapkan, sekolah-sekolah di Bone mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter dan berwawasan lingkungan. (*)