![]() |
BONEWANUAKKU.COM, BONE—Malam pergantian tahun 2025 ke 2026 di Kabupaten Bone dipastikan akan berlangsung berbeda. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengumumkan bahwa pemerintah daerah akan menggelar pelantikan pejabat tepat pada malam tahun baru sebagai langkah strategis untuk mempercepat penyegaran birokrasi.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol dimulainya babak baru tata kelola pemerintahan yang lebih progresif. Bupati Andi Asman menegaskan bahwa penyegaran pejabat dilakukan untuk mendorong percepatan kinerja, meningkatkan kedisiplinan, serta menyatukan visi seluruh perangkat daerah menghadapi tantangan tahun 2026.
“Malam pergantian tahun baru ada dilakukan pelantikan pejabat sebagai upaya penyegaran dan menyongsong tahun 2026. Enam bulan kemudian kita evaluasi lagi,” tegas Bupati.
Ia menekankan bahwa sistem evaluasi berkala menjadi budaya kerja baru Pemkab Bone. Setiap pejabat diberi waktu enam bulan untuk membuktikan kemampuan, menampilkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Karena pada prinsipnya manusia di atas tekanan pasti luar biasa,” ujarnya.
Selain penyegaran pejabat, Bupati Andi Asman juga membeberkan target ambisius pemerintahannya: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bone pada tahun 2026 dipatok mencapai Rp1 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding capaian tahun-tahun sebelumnya dan menjadi tantangan besar bagi seluruh OPD.
Target ini bukan sekadar angka, melainkan pendorong agar seluruh sektor—pertanian, perikanan, perizinan, hingga optimalisasi aset—bergerak lebih produktif dan inovatif. Pemkab Bone juga akan memperkuat pelayanan publik, digitalisasi sistem, serta memperketat pengawasan.
Pelantikan pejabat di malam pergantian tahun diprediksi menjadi momen penuh emosi dan motivasi. Dengan target besar PAD dan evaluasi ketat, para pejabat dituntut bekerja lebih cepat, kreatif, dan profesional.
Bupati Andi Asman Sulaiman menutup dengan penegasan bahwa Bone harus berlari lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan dan membangun reputasi sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling progresif di Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, pergantian tahun di Bone bukan hanya perubahan kalender, tetapi menjadi titik awal perubahan besar dalam manajemen pemerintahan yang lebih berani, transparan, dan berorientasi hasil. (*)
