![]() |
BONEWANUAKKU.COM, MAKASSAR — Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menghadiri TPKAD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Sultan Hasanuddin, Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Kamis (11/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memaparkan capaian, strategi, dan arah kebijakan percepatan akses keuangan di Sulsel.
Acara ini menjadi wadah diseminasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sepanjang tahun 2025, yang merupakan implementasi kebijakan nasional terkait Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan pembentukan TPAKD oleh pemerintah pusat. Selain itu, forum ini turut membahas proyeksi ekonomi nasional dan regional sebagai landasan penyusunan program kerja TPAKD tahun 2026.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ekonomi Sulawesi Selatan menunjukkan ketahanan positif. Pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sulsel tercatat 5,01 persen (yoy).
Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 5,32 persen, serta perdagangan besar dan eceran yang naik 4,19 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,70 persen, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) melonjak signifikan hingga 15,91 persen.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan Sulsel menurun hingga 7,60 persen per Maret 2025, lebih baik dari rata-rata nasional, meski ketimpangan pendapatan masih perlu mendapat perhatian karena Gini Ratio berada pada kategori moderat.
“Penguatan pemerataan ekonomi harus terus didorong melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Muchlasin.
Asisten I Provinsi Sulsel, DR. M. Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Sulsel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendorong agenda strategis TPAKD. Ia menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fase penting bagi Sulsel, terutama karena kekuatan sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan perdagangan.
Menurutnya, Sulsel harus semakin kokoh sebagai penyangga perekonomian Kawasan Timur Indonesia. Hal itu memerlukan akses keuangan yang lebih luas, digitalisasi layanan, serta peningkatan pembiayaan bagi UMKM dan masyarakat.
“TPAKD adalah motor yang mempertemukan inovasi, regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan program seperti business matching, pembiayaan produktif, edukasi keuangan, digitalisasi pembayaran daerah, hingga literasi keuangan di desa dan wilayah pesisir.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa TPKAD Summit 2025 merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, percepatan akses keuangan sangat penting menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Penguatan infrastruktur dan ekosistem keuangan digital serta perluasan titik akses keuangan harus memastikan seluruh masyarakat mendapat layanan yang mudah, aman, dan terjangkau,” ujar Akmal.
Ia menambahkan bahwa literasi keuangan harus terus ditingkatkan seiring pendalaman sektor keuangan dan penguatan perlindungan konsumen. Optimalisasi TPAKD, katanya, akan mempercepat terwujudnya masyarakat yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.
“Kita harus memastikan seluruh daerah bergerak dalam satu visi: menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan melalui akses keuangan yang lebih terbuka. Inklusivitas adalah fondasi kemajuan,” tegasnya.
TPKAD Summit 2025 pun menjadi penegas komitmen Sulsel untuk memperkuat ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. (*)
