![]() |
BONEWANUAKKU.COM, BONE — Langit Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, mendadak dipenuhi puluhan parasut yang melayang dari udara. Pemandangan spektakuler itu terjadi saat sebanyak 255 prajurit Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WJS) melaksanakan Latihan Terjun Penyegaran Statik (Sratik) di daerah latihan Dodiklatpur Bance'e Rindam XIV/Hasanuddin, Desa Poleonro, Rabu (24/6/2026).
Aksi para prajurit penerjun dari satuan Kostrad tersebut sukses menyita perhatian masyarakat. Sejak pagi hari, warga dari berbagai desa di sekitar lokasi tampak berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung latihan yang jarang terjadi di wilayah Bone.
Sorak kagum dan tepuk tangan warga terdengar saat satu per satu prajurit mulai turun dari langit dan mendarat dengan aman di area latihan. Banyak warga juga mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Latihan terjun penyegaran statik itu dipantau langsung oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo. Turut hadir Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, serta sejumlah pejabat TNI dan unsur Forkopimda Kabupaten Bone.
Di antaranya Asops Kasdivif 3 Kostrad Kolonel Inf Winas Kurniawan, Danbrigif 3/Tri Budi Sakti Letkol Inf Morison Candra Tarundeng, dan Danyonif 432/WJS Letkol Inf Bambang Gatot Wibowo.
Tak hanya menyuguhkan atraksi militer yang menarik perhatian masyarakat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian ratusan paket sembako kepada warga sekitar. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Pangdivif 3 Kostrad bersama jajaran sebagai bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat.
Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo menjelaskan bahwa latihan terjun penyegaran statik merupakan bagian penting dari program pembinaan kemampuan prajurit Kostrad guna menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan satuan.
“Latihan ini bukan sekadar memenuhi program kerja satuan, tetapi merupakan bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit agar tetap tajam, terlatih, dan siap melaksanakan tugas kapan saja,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan terjun payung militer merupakan keterampilan dasar yang harus terus diasah dan dipelihara agar setiap prajurit selalu siap menghadapi berbagai tugas dan tantangan yang diberikan negara.
Seluruh rangkaian latihan berlangsung aman dan lancar di bawah pengawasan instruktur serta tim pengendali latihan yang berpengalaman.
Sementara itu, Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan latihan yang berlangsung tertib dan sesuai prosedur.
“Kemampuan terjun payung militer merupakan salah satu kemampuan khusus yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Melalui latihan yang berkelanjutan seperti ini, prajurit akan semakin profesional, tangguh, dan siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan latihan menjadi bukti kesiapan personel dan profesionalisme prajurit dalam menjalankan setiap tahapan latihan.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian latihan berjalan dengan baik dan aman. Ini menunjukkan kesiapan personel serta profesionalisme prajurit dalam melaksanakan setiap tahapan latihan,” tambahnya.
Latihan terjun yang menghiasi langit Libureng tersebut tidak hanya menjadi sarana peningkatan kemampuan tempur prajurit, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Bone yang antusias menyaksikan langsung aksi para penerjun dari langit Sulawesi Selatan. (*)
