BONEWANUAKKU.COM, MAKASSAR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Bone. Herman, dosen Universitas Cahaya Prima (UNCAPI) sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten Bone, resmi meraih gelar Doktor Administrasi Publik pada Program Studi S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.
Keberhasilan tersebut diraih setelah Herman sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kemitraan Dalam Penanganan Hasil Perikanan Berbasis Ekspor di Kabupaten Bone” dalam sidang promosi doktor yang digelar di Makassar.
Dalam sidang tersebut, Herman dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. H. Badu Ahmad dan Co-Promotor Dr. H. Nurdin Nara. Sementara tim penguji terdiri dari sejumlah akademisi senior, yakni Prof. Dr. H. Akmal Ibrahim, Prof. Dr. Hasniati, Prof. Dr. Gita Susanti, serta penguji eksternal Prof. Dr. Dra. Hj. A. Cahaya.
Prestasi Herman menjadi perhatian karena mampu menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam waktu relatif singkat, yakni hanya 2 tahun 4 bulan. Ia tercatat mulai aktif mengikuti perkuliahan Program S3 FISIP Unhas pada Januari 2024 dan berhasil menyelesaikan studi pada Mei 2026.
Tidak hanya berhasil lulus cepat, Herman juga dikenal produktif dalam dunia akademik dan penelitian. Selama menempuh pendidikan doktoral, ia berhasil mempublikasikan 11 karya ilmiah, termasuk satu jurnal internasional terindeks Scopus, serta menerbitkan dua buku ilmiah.
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensinya dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang administrasi publik dan penelitian sosial.
Pria kelahiran Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone itu juga disebut sebagai orang pertama di desanya yang berhasil meraih gelar doktor atau strata tiga.
Perjalanan akademiknya dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di daerah terpencil, untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan prestasi akademik.
Dalam penelitiannya, Herman menyoroti besarnya potensi sektor perikanan di Kabupaten Bone yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal dalam sistem ekspor nasional.
Menurutnya, penguatan kemitraan antaraktor, kepemimpinan relasional, dan komitmen organisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekspor perikanan Bone.
“Potensi perikanan ekspor di Kabupaten Bone sebenarnya sangat besar, namun diperlukan penguatan kemitraan antaraktor, kepemimpinan relasional, dan komitmen organisasi agar pengelolaan hasil perikanan dapat berjalan lebih efektif dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Herman.
Ia juga menilai Kabupaten Bone memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat ekspor perikanan terbesar di Indonesia Timur apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi.
“Kabupaten Bone memiliki posisi strategis karena dikelilingi daerah dengan potensi perikanan melimpah. Jika dikelola secara profesional dan terintegrasi, Bone sangat berpeluang menjadi salah satu pintu ekspor perikanan terbesar di Indonesia Timur,” tambahnya. (*)
