Banjir Terjang Bone, Lansia 100 Tahun dan Balita 6 Tahun Meninggal Dunia



BONEWANUAKKU.COM, BONE — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bone sejak Jumat malam sekitar pukul 21.00 Wita menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Watampone dan sekitarnya. Bencana ini mengakibatkan dua warga dilaporkan meninggal dunia.

Sejumlah titik yang terdampak banjir antara lain wilayah Bajoe, Sambaloge, Panyula, Masumpu, Jalan Yos Sudarso, serta beberapa lokasi lainnya. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air meningkat cepat dan merendam permukiman warga.

Tim Basarnas bersama aparat pemerintah setempat langsung bergerak melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak. Tim Basarnas yang dipimpin Andi Sultan bersama Lurah Bajoe mendatangi rumah salah satu korban yang meninggal dunia akibat terjebak banjir.

Korban pertama diketahui bernama Naima, seorang lansia berusia sekitar 100 tahun, warga Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman.

Data sementara juga mencatat jumlah korban meninggal dunia bertambah satu orang. Korban kedua adalah seorang bocah berusia 6 tahun bernama Muh Arsyan.

Andi Sultan menuturkan akibat curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa kawasan di Kabupaten Bone diterjang banjir dan memakan korban jiwa. 

"Pada pukul 21:00 tadi malam telah terjadi hujan deras yang menyebabkan banjir dibeberaoa titik di Kabupaten Bone, dan telah dilakukan evakuasi, 

Namun sekitar pukul 07:00 wita telah ditemukan satu orang korban meninggal dunia seorang lansia serta seorang anak berusia 6 tahun, " Jelasnya. Jumat (8/5). 

Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pendataan di lapangan sekaligus memantau perkembangan kondisi banjir di sejumlah titik.

 Warga yang bermukim di daerah rendah dan sekitar aliran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi.

Pemerintah bersama tim gabungan terus bersiaga untuk melakukan evakuasi serta membantu warga terdampak apabila debit air kembali meningkat. (*)