Swasembada Pangan Capaian Bersama, Mentan Amran: Peran Bupati Jadi Kunci

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman Jadi Narasumber di Rakernas Apkasi Batam


BONEWANUAKKU.COM, BATAM – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan tonggak sejarah nasional yang lahir dari kerja kolaboratif pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (19/1).

Rakernas yang mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Pertanian Daerah untuk Mendukung Kemandirian Pangan, Hilirisasi, dan Kesejahteraan Petani” itu dihadiri ratusan bupati dari seluruh Indonesia, termasuk Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, SP., MM.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian memberikan apresiasi tinggi kepada para bupati atas kontribusi nyata mereka dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menyebut keberhasilan tersebut bahkan telah diakui di tingkat internasional.

“Terima kasih kepada seluruh bupati se-Indonesia. Ini tercatat dalam sejarah. Presiden mengumumkan swasembada pangan di Karawang, bahkan di forum PBB disampaikan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Ini berkat kerja keras kita semua, terutama para bupati,” ujar Mentan.

Menurutnya, perhatian Presiden terhadap sektor pertanian sangat besar, sehingga capaian swasembada pangan bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan buah sinergi seluruh daerah.

“Ini bukan capaian saya, tapi capaian kita semua. Para bupati adalah penentu utama keberhasilan swasembada pangan,” tegasnya.

Lebih jauh, Mentan mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini mencatat stok beras tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 3,25 juta ton. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada penurunan harga beras dunia hingga 44,2 persen.

“Banyak negara maju seperti Jepang, China, Chile, Belarus, Australia, hingga Rusia datang ke Indonesia untuk melihat langsung pertanian kita. Bahkan kita mampu mengirim bantuan 10.000 ton beras ke Palestina,” jelasnya.

Ke depan, Mentan menegaskan pemerintah akan memfokuskan pembangunan pertanian pada hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sekaligus kesejahteraan petani. Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak berhenti pada wacana, tetapi memperbanyak aksi nyata.

“Jangan banyak narasi tanpa tindakan. Kalau bisa satu misi, seribu tindakan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga menekankan komitmennya terhadap pengawasan pupuk bersubsidi. Ia meminta seluruh pihak memastikan pupuk dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Jika masih ada distributor yang menjual pupuk di atas HET, izinnya akan langsung dicabut,” tegasnya.

Rakernas XVII APKASI menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah untuk mempercepat kemandirian pangan nasional serta mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi petani.