ICRAF Gelar Lokakarya dan Uji Coba Merawat Gizi di Bone, Dorong Panduan “Isi Piringku” Berbasis Pangan Lokal



BONEWANUAKKU.COM, WATAMPONE—Kabupaten Bone kembali menunjukkan perannya sebagai daerah strategis dalam pembangunan ketahanan pangan nasional. 

 Lembaga penelitian internasional World Agroforestry Centre (ICRAF) menggelar Lokakarya dan Uji Coba dalam rangka penyusunan Panduan Praktis “Isi Piringku” berbasis pangan lokal Kabupaten Bone, sebagai bagian dari Program Lahan untuk Kehidupan.

Kegiatan ini berlangsung  di Hotel Novena Watampone selama dua hari mulai tanggal 22 hingga 23 Desember 2025, diresmikan langsung Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal. 

Kabupaten Bone ditetapkan sebagai lokus utama pelaksanaan program, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga pegiat pangan dan pertanian.

Koordinator ICRAF Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Syahrir, dalam sambutannya menjelaskan bahwa ICRAF merupakan lembaga penelitian yang berfokus pada isu-isu global, khususnya pengelolaan lahan berkelanjutan, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Program ini kami laksanakan di Indonesia dengan pendekatan lahan untuk kehidupan, dan Kabupaten Bone menjadi salah satu wilayah yang sangat strategis untuk kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Syahrir, terpilihnya Kabupaten Bone bukan tanpa alasan. Bone memiliki luasan lahan dan bentang alam (landscape) yang sangat besar, didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah serta posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.

“Bone memiliki kekuatan besar di sektor pertanian. Ini menjadi modal penting dalam pengembangan konsep Isi Piringku berbasis lokal, yang mengedepankan pangan bergizi, beragam, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementata itu Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin saat meresmikan kegiatan tersebut mengapresiasi Icraf sebagai inisiator serta  penggerak lokakarya dan uji coba dalam merawat gizi isi piringku lokal di Kabupaten Bone. 



"Kita berupaya Bagaimana bisa memberikan makanan yang beragam dan bergizi seimbang bagi pemenuhan pangan dan gizi  anak-anak kita semua dan Icraf hadir untuk itu, olehnya itu kami berharap kemitraan ini dapat  berlangsung selamanya, Bone sebgai penghasil pangan kelima terbesar di indonesia, dengan produksi beras kita hari ini kita berharap bisa mensejahterakan masyarakat dan memberikan lapangan kerja di kabupaten Bone," ujarnya. 

Konsep Isi Piringku lokal yang dikembangkan ICRAF berbasis riset ketahanan pangan, dengan tujuan mendorong pemanfaatan pangan lokal bernilai gizi tinggi. Hal ini dinilai relevan untuk mendukung ketahanan pangan daerah serta memperkuat posisi Bone sebagai sentra produksi pangan bergizi.

Program ini juga terintegrasi dengan upaya Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal (P2B), sekaligus mendukung pengembangan kurikulum edukasi pangan yang akan diterapkan secara bertahap di masyarakat.

ICRAF menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Bone, sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Melalui lokakarya dan uji Coba ni, diharapkan lahir panduan praktis yang dapat digunakan masyarakat secara luas, sekaligus menjadi rujukan kebijakan daerah dalam pengembangan pangan sehat, bergizi, dan berkelanjutan di Kabupaten Bone.(*)