Rp89,8 Miliar Masuk Bone, Bupati Andi Asman Minta Optimasi Lahan Dongkrak Pendapatan Petani



BONEWANUAKKU.COM, BONE — Kabupaten Bone mendapat dukungan anggaran Rp89,8 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk program optimasi lahan pertanian seluas 19.533 hektare.

Program tersebut menyasar lahan, khususnya sawah tadah hujan dan area yang membutuhkan dukungan irigasi. Sebanyak 801 kelompok tani tercatat sebagai penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Wilayah Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Novena, Watampone, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut digelar Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar bersama Pemerintah Kabupaten Bone. Hadir pula unsur Forkopimda Bone, Kejaksaan Negeri Bone, Dandim 1407 Bone, Wakapolres Bone, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone.

Andi Asman menegaskan, bantuan pemerintah pusat tersebut tidak boleh berhenti pada pembangunan atau perbaikan sarana irigasi. Menurutnya, dukungan tersebut harus berdampak nyata terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani.

“Yang kita bantu irigasinya, airnya dibantu, tetapi jangan sampai tidak meningkat pendapatannya, hingga kesejahteraan petani,” kata Andi Asman.

Ia mengatakan, peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu tujuan utama program optimasi lahan. Dengan produktivitas yang meningkat, petani diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk biaya pendidikan anak.

“Ini merupakan bantuan Kementerian Pertanian dengan perhatian Bapak Presiden yang dieksekusi Kementerian Pertanian. Kita tidak mau anak-anak petani kita tinggal di rumah tetapi tidak ada biaya sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Makassar Dr. Ir. Rustan Massinai, M.P., Ph.D., meminta seluruh kelompok tani penerima manfaat menggunakan bantuan sesuai peruntukan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Rustan menjelaskan, pelaksanaan kegiatan diperkirakan berlangsung selama sekitar dua bulan. Setiap kelompok tani mendapat alokasi bantuan sekitar Rp100 juta dengan mekanisme pembayaran dua tahap.

“Jangan disalahgunakan,” tegas Rustan.

Program optimasi lahan tersebut diharapkan mampu memperkuat dukungan irigasi, meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, serta mendorong kenaikan produksi dan pendapatan petani di Kabupaten Bone. (*)