Atasi Akses Terbatas, Dandim 1407 Bone Dorong Pembangunan Jembatan di Awangpone



BONEWANUAKKU.COM, BONE — Keterbatasan akses transportasi yang selama ini dikeluhkan warga Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, akhirnya mendapat perhatian serius. 

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Kelurahan Maccope kini mulai dilakukan sebagai solusi untuk membuka keterisolasian wilayah.

Komandan Kodim (Dandim) 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat kesulitan beraktivitas akibat keterbatasan akses, terutama saat cuaca ekstrem. Ini harus segera diatasi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, keberadaan jembatan ini sangat vital dalam membuka konektivitas antarwilayah yang selama ini terhambat. Tak hanya sebagai penghubung fisik, jembatan tersebut juga diharapkan menjadi penghubung harapan baru bagi masyarakat.

“Jembatan ini akan membuka akses ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi warga,” tambahnya.

Selama ini, warga setempat kerap mengalami kendala mobilitas, terutama saat debit air meningkat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat.

Dengan adanya pembangunan jembatan, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih lancar, aman, dan efisien.

“Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Dandim.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

“Kami akan memastikan pembangunan ini selesai tepat waktu dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak ada wilayah yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses.

“Semua wilayah harus merasakan pembangunan. Kehadiran kami di sini untuk mempercepat pemerataan,” ucapnya.

Pembangunan jembatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bone.

Antusiasme warga pun terlihat jelas. Mereka menyambut baik pembangunan tersebut dan berharap jembatan segera rampung.

Salah seorang warga Maccope, Ahmad (45), mengaku selama ini harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama di musim hujan.

“Kalau air naik, kami tidak berani lewat. Kadang harus memutar jauh atau menunggu surut. Sangat menyulitkan, apalagi saat membawa hasil kebun,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya jembatan ini, aktivitas masyarakat bisa kembali normal dan lebih aman.

“Kalau jembatan ini jadi, anak-anak bisa ke sekolah lebih aman, dan kami juga lebih mudah ke pasar,” pungkasnya. (*)