Hadiri Maulid BKMT Bone, Wabup Andi Akmal Tekankan Pendidikan Agama Dimulai dari Rumah

 


BONEWANUAKKU.COM, BONE — Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, mendorong penguatan pendidikan agama dan pembentukan akhlak sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan ibu sebagai pendidik pertama bagi anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Andi Akmal saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Bone di Aula Masjid Agung Al Markaz Al Ma'arif Bone, Minggu (11/10/2026).

Mengusung tema “Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Realisasikan Akhlakul Karimah”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Rumah adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita, dan ibu adalah guru pertama. Jika ibunya kuat, maka daerah, bangsa, dan agama ini akan menjadi kuat,” kata Andi Akmal.

Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Bone tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Penguatan keimanan, pembentukan karakter, serta pembinaan akhlak masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, sifat Rasulullah SAW, yakni shiddiq (jujur), tabligh (menyampaikan kebenaran), amanah (dapat dipercaya), dan fathanah (cerdas), perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk masyarakat yang berintegritas dan berakhlak mulia.

Selain menekankan pendidikan agama dalam keluarga, Andi Akmal yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone menggagas penguatan kegiatan keagamaan di masjid melalui pengajian dan Yasinan setiap malam Jumat.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat melibatkan seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak sekolah dasar, pelajar SMP dan SMA, hingga kalangan orang tua.

“Kita berharap anak-anak SD, SMP, SMA, hingga para orang tua dapat meramaikan masjid di sekitar rumahnya untuk membaca Al-Qur'an, khususnya Surah Yasin,” ujarnya.

Andi Akmal juga mengapresiasi kegiatan pembinaan membaca Al-Qur'an bagi kalangan bapak-bapak. Menurutnya, proses belajar agama harus terbuka bagi semua kalangan tanpa dibatasi usia.

Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan silaturahmi masyarakat.

BKMT Konsisten Gelar Pengajian Selama 20 Tahun

Sementara itu, Ketua BKMT Kabupaten Bone, Dr. Hj. Siti Rahmawati, M.Hi., mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan membudayakan selawat.

“Peringatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW tidak mengenal waktu. Begitu pula dengan membudayakan selawat kepada Rasulullah SAW,” ujar Siti Rahmawati.

Ia menjelaskan, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari kebersamaan dan kekompakan pengurus BKMT bersama pengurus Masjid Agung Al Markaz Al Ma'arif Bone.

Meski menghadapi keterbatasan dana, BKMT tetap berupaya menjalankan agenda keagamaan melalui semangat gotong royong dan dukungan infak anggota majelis taklim.

“Alhamdulillah, meskipun awalnya tanpa dana sepeser pun, berkat kebersamaan dan kekompakan pengurus BKMT, agenda tahunan ini tetap terlaksana,” katanya.

Siti Rahmawati menambahkan, Pengajian Ahlus Sunnah Kabupaten Bone juga rutin dilaksanakan setiap Jumat dengan mengunjungi masjid-masjid di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut bahkan menjangkau sejumlah kecamatan dan telah berlangsung sekitar 20 tahun.

BKMT berharap pengajian rutin ini terus berlanjut sebagai sarana pembelajaran agama, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat.

Andi Akmal mengapresiasi kontribusi BKMT dalam mendukung pembangunan keumatan dan pembinaan kehidupan beragama di Kabupaten Bone. Ia berharap organisasi tersebut terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa visi pembangunan Bone, yakni Maberre yang berarti Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan, perlu berjalan beriringan dengan penguatan keimanan, amal saleh, dan pembentukan karakter masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut diisi hikmah Maulid oleh Prof. Dr. Muslihin Sultan, M.Ag. Kegiatan ini dihadiri Ketua BKMT Kabupaten Bone, para ketua BKMT cabang kecamatan se-Kabupaten Bone, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus dan anggota majelis taklim, serta tamu undangan lainnya.

Melalui momentum Maulid Nabi, diharapkan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW semakin menguat, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bone yang lebih baik dan penuh keberkahan.