![]() |
BONEWANUAKKU.COM, BONE — Kualitas udara di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berada dalam kategori tidak sehat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan.
Berdasarkan informasi indeks kualitas udara yang dihimpun pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 07.00 WITA, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Kabupaten Bone tercatat berada di angka 118, dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 54,97 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Informasi tersebut menyebutkan kondisi kualitas udara tidak sehat di 27 kecamatan di Kabupaten Bone. Kondisi ini perlu diwaspadai karena paparan polutan dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas.
Paparan polusi udara juga berpotensi memperburuk kondisi penderita asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit jantung.
Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan, diminta lebih berhati-hati terhadap dampak buruk kualitas udara tersebut.
Dray Vibrianto menekankan pentingnya langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker saat berada di luar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menunda kegiatan fisik berat di area terbuka selama kualitas udara masih buruk.
Selain itu, ia mengingatkan warga agar menjaga lingkungan dengan tidak membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api, yang dapat menambah pencemaran udara.
"Kondisi kualitas udara rata-rata di wilayah Bone sedang berada dalam kondisi tidak sehat, Tetap Jaga kesehatan jangan lupa untuk memakai masker, dan tidak melakukan pembakaran," pungkasnya.
DLH Bone mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna melindungi kesehatan, terutama selama kondisi kualitas udara belum membaik. (*)
