Bupati Bone Kunjungi Keluarga Balita Korban Tabrak Oknum Polisi, Sampaikan Belasungkawa dan Santunan 10 Juta



BONEWANUAKKU.COM, BONE — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga balita yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang oknum perwira polisi. Pada Kamis (6/8/2026) malam, Bupati datang langsung ke rumah duka di Jalan A. Mappadeceng, Kota Watampone, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban.

Kedatangan Bupati didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone, Hj. Andi Tenriawaru. Di rumah duka, ia menemui kedua orang tua almarhumah Gina (4), yakni Abd Rahman dan Herniati, yang masih diliputi duka mendalam atas kepergian putri mereka.

Di hadapan keluarga korban, Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam serta memberikan dukungan moril agar keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Kami telah menyerahkan bantuan belasungkawa. Semoga keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Bupati Bone.

Santunan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bone kepada keluarga korban sebagai upaya meringankan beban di tengah suasana duka.

Sebelumnya, Polres Bone membenarkan bahwa perwira polisi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Kapolsek Bengo, Ipda MA.

Peristiwa nahas itu terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani–Jalan Besse Kajuara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Saat kejadian, di lokasi tengah berlangsung kegiatan gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Insiden tersebut mengakibatkan Gina, balita berusia empat tahun, meninggal dunia. Polres Bone menyatakan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, oknum perwira polisi yang terlibat telah diamankan dan ditempatkan pada penempatan khusus selama proses pemeriksaan berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, sementara proses hukum terhadap kasus tersebut berjalan secara transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (*)